Khamis, 14 Oktober 2010

❤ Special for Adinda... ❤






^_LittleStar_^
in keheningan malam
11:30 WIB in 15 Oktober 2010




Dimalam yang sepi ini,..
entah kenapa aku tak kuasa untuk memejamkan mata..
selalu terfikirkan tentang sesuatu hal yang ingin ku sampaikan kepadamu...


Duhai saudariku,..
Suatu hal yang menjadi beban perasaan ku hingga saat ini,
jika belum ku katakan pada mu..

Duhai saudariku,..
ku takut esok hari ku tak mampu lagi menghirup segarnya udara pagi..
merasakan hangatnya sang mentari..
merasakan belaian lembut angin
Ku takut engkau tak pernah tau bagaimana rasa ini untukmu
rasa yang ku tak tau kapan hadirnya
tapi senantiasa tumbuh subur dalam jiwaku...


Jika esok ku tiada semoga aku tak menyesal
setidaknya karena beban ini telah aku tunaikan..


Aku menyayangimu, saudariku...
walaupun mungkin aku tak mengenalmu sebelumnya
tak pernah menatap wajah teduh mu
tak pernah mendengar suara mungil mu secara langsung
tak pernah memelukmu erat
tapi hatiku terpaut pada mu..


Tahukah engkau saudari ku,..
aku tak tau hingga saat ini apakah ibadah ku cukup
jika suatu saat aku kembali pada-NYA..


Apakah shalat ku sudah khusyuk,..???
Apakah sedekah ku sudah ikhlas,..???
aku yakin BELUM
Apakah semangat dakwah ku sudah maksimal,..???
Apakah kesabaran ku sudah bisa dibuktikan,..???
sungguh..sangat BELUM


Tapi aku yakin akan perasaan ini
Aku Mencintaimu karena ALLAH..
Kini...
Perasaan ini sangat kuat untuk mu
Perasaan rindu yang tak bertepi
Perasaan sayang yang tak berpenghujung
seperti air dalam telaga yang tak berubah warnanya
walaupun ada lumut disekitanya..
seperti air dalam telaga yang tak akan berubah rasa
walaupun ada taburan garam didalamnya..
seperti cermin yang menampakkan apa di hadapanya...


Satu Harapan ku... semoga kelak kita dipertemukan dalam majelis yang lebih baik,.. di Taman Surga Allah
dengan orang-orang yang kita cayang dan kita cinta..


Saudari ku...
bukankah sunnah untuk mengutarakan perasaan sayang terhadap saudaranya,..????
karena-NYA ku ingin mengatakan,...  
... ❤ ANA UHIBBUKIFILLAH YA UKHTI ❤ ...
 alwaysss....!!!
Insya Allah...



Khamis, 7 Oktober 2010

JOM.. Bacaaa.... !!



Ku ingin bercerita.. bercerita tentang seorang saudara dari teman yang begitu istiqomah dengan hijabnya.


Dia, sebut saja namanya Putri, gadis manis teman kuliahku..
Awalnya sih kami gak begitu akrab, hanya saat semester akhir kami sering ngobrol-ngombrol bareng.. berbagi tentang ilmu agama dan sering tukeran buku-buku agama, apalagi buku-buku tentang nikah dan tentang jilbab.

Setelah lulus kuliah, kami sangat jarang berkomunikasi. Apalagi rumah kami jauh, aku pun sudah disibukkan dengan kegiatanku magang di sebuah rumah sakit di daerahku. Hmm.., nomer HP Putri ganti pula. Sampe beberapa bulan kami gak pernah komunikasi. Tapi denger denger dari temen, Putri nyari kerja di daerah Jakarta. Setelah itu, aku berusaha cari tau nomer HPnya ke temen-temen, pada ngasih tau sih beberapa nomer HP Putri,, ahh tapi gak ada yang aktif 1 pun. Tak menyerah aku terus tanya ma temen-temen, dan akhirnya ketemu juga nomer HP Putri yang aktif. Trus aku langsung sms dia , Tanya kabar dan sekarang kerja dimana. Alhamdulillah putri bales pesan dariku, Dia memberitahu bahwa kabarnya baik, tapi ternyata dia gak betah kerja di Jakarta dan dia sudah pulang lagi ke Klaten.

Beberapa minggu kemudian aku sms Putri lagi, tanya sekarang dia kerja dimana.
Hmm, ternyata dia belum dapat kerja. Dia cerita bahwa sebenarnya dia sudah mendaftar di beberapa rumah sakit, dan telah diterima di 2 rumah sakit, tapi sayangnya, rumah sakit itu tidak membolehkan karyawannya berkerudung. tanpa pikir panjang, putri langsung menolak dan ia memilih untuk tidak jadi bekerja di rumah sakit tersebut. Putri gak mau kalo harus bekerja tapi harus menanggalkan pakaian muslimahnya. Putri yakin bahwa Allah Maha Pemberi Rizqi, Allah Maha Kaya, dan Allah pasti akan menolong hamba-Nya yang bertaqwa.

" Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia mengadakan baginya solusi. Dan memberinya rizqi dari arah yang tak disangka-sangkanya. "
[QS Ath-Tholaq (65) : 2-3]
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, aku sms Putri lagi, yah tanya masalah kerjaan lagi. Dan ternyata dia belum juga dapat kerja. Dia mendaftar di beberapa tempat dan belum juga ada jawaban.

Begitu terharu diriku saat mengetahui itu, begitu sabar dia menghadapinya, dia tak pernah mengeluh, padahal dulu dia jelas-jelas sudah diterima bekerja di rumah sakit, tapi karena ia gak mau melepas kerudungnya maka ia pun sampe sekarang masih nganggur.
Sampe suatu hari, aku sms dia lagi,, yah lagi-lagi tanya tentang kerja..
Dan dia jawab, sekarang dia sudah diterima di sebuah perusahaan dan pendapatannya pun jauh lebih banyak daripada pekerjaan yg ia lamar di rumah sakit dulu.

Alhamdulillah, aku pun ikut senang akhirnya ia mendapatkan pekerjaan tanpa harus melepas kerudungnya.

Sesuatu yang sangat berkesan bagi ku adalah ia memilih meninggalkan pekerjaan yang mengharuskan ia melepas kerudungnya, dan setelah ia memilih untuk tidak menerima pekerjaan itu ia pun tetap bersabar dalam menghadapi masa nganggur yang lumayan lama, dan semua itu ia lakukan karena cintanya kepada Allah, ia tak mau bekerja sedangkan ia harus berpakaian yg tidak islami.

Seringkali kita berputus asa tatkala mendapatkan kesulitan atau cobaan. Padahal Allah telah memberi janji bahwa di balik kesulitan, pasti ada jalan keluar yang begitu dekat.
  Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. ”
(QS. Alam Nasyrah : 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu,
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. ”
(QS. Alam Nasyrah : 6)




Subhanallah,
Janji Allah itu pasti.

Dimanapun sekarang kau berada wahai putriku sayang –lhoh jadi kayak judul nasyidnya Hijjaz- semoga Allah selalu memberkahimu..

Semoga bisa diambil ibrohnya dari cerita sahabatku ini. Afwan ya bahasanya amburadul, gak beraturan dan mungkin kosa katanya aneh.. hikz hikz ^_^V



Kepergian yang TERINDAH....




Pada tahun 1990 ada sepasang suami-istri sebut saja namanya Pak Hasan & Bu Siti yang menikah disebuah desa kecil didaerah Tasikmalaya – Jawa Barat tepatnya diperkampungan pesantren – singaparna. Mereka berdua adalah anak yatim-piatu yang dipertemukan Allah SWT memang atas dasar cinta. Tapi ternyata ada hal yang lebih penting dari itu, yaitu keduanya memiliki kesamaan ahlak & iman yang kuat sehingga bahtera rumah tangga mereka yang berlandaskan iman & taqwanya yg kuat terhadap Allah SWT membuat mereka hidup bahagia, maka kehidupan rumah tangga mereka pun yang baru berjalan sekian tahun sudah dikarunia sepasang anak yang lucu & cerdas, rumah mewah, mobil dan harta yang cukup berlimpah dalam kurun waktu yang amat singkat, dan hebatnya hampir tidak ada goncangan yang berarti pada rumah tangga mereka.

Singkat kata mereka telah diberikan Allah SWT kebahagiaan Surga dunia, begitulah sebutan kerabat & tetangganya kepada keluarga ini. Seiring berjalannya waktu Pak Hasan yang tampan & Bu Siti istrinya yang cantik jelita, mereka selalu akur, tutur kata mereka sangat lembut kepada siapa saja, mereka juga gemar menolong sesama, intinya mereka sangat disukai lingkungan dan membuat banyak pasangan rumah tangga lainnya disekeliling mereka terhipnotis oleh kharisma pasangan ini, kendati demikian mereka tiada takabur atau sombong, dan tiada lupa bersyukur akan nikmat yang Allah berikan.

Mereka selalu menjaga silahturahmi kepada sanak family maupun tetangga dan selalu ringan tangan untuk berderma kepada fakir miskin, masjid-masjid, hingga panti-panti asuhan diseantero kota Bandung dan Jakarta, hingga kedermawanan keluarga ini pun selalu membawa berkah & nikmat dari Allah yang tiada putus-putusnya, hingga pada satu waktu ditahun 2000 Bu Siti sang istri telah meninggal dunia dan Pak Hasan pun terpukul dalam waktu yang cukup panjang, ia tak kunjung dapat melupakan Almarhumah istri tercintanya itu. Padahal sebagai pria mapan dewasa yang cukup tampan dan telah memiliki beberapa perusahaan sekaligus jabatan Top Manajemen alias Direktur disebuah Bank skala Besar dikota Bandung itu bisa saja jika ia ingin menikah lagi dengan wanita yang lebih cantik dari Almarhumah istrinya, karna terbukti pasca kematian Bu Siti istri tercintanya itu, betapa banyaknya wanita yang lebih cantik dari almarmumah istrinya yang ingin sekali menggantikan posisi istrinya yang telah wafat, dan kedua orang anak sholehnya pun yang telah beranjak dewasa dan mengerti akan jiwa rapuh ayahnya sepeninggal ibundanya, mereka selalu mendorong sang Ayah untuk segera menikah lagi agar dapat merelakan kepergian sang Bunda 8 tahun yang lalu.

Betapa tidak, mulai dari beberapa Wanita cantik dikota Bandung yang karirnya sudah mapan & selevel dengan Pak Hasan hingga mahasiswi kuliahan, selalu ingin menarik perhatian Pak Hasan dan mencoba merebut cintanya, tetapi Pak Hasan tiada tergoyahkan untuk segera menikah lagi, “ tidak ada yang bisa menggantikan almarhumah bunda dihati ayah nak…..”  Apa maslahnya..???  rupanya Ketika salah satu ustadz pengajar dipesanren Da’arul Tauhid menanyakannya, Ternyata duda tampan & kaya raya itu tidak bisa melupakan istrinya karna satu hal. begitu selalu jawab Pak Hasan kepada kedua orang anaknya,

Hal yang tidak dapat dilupakanya hingga sekarang yaitu sebelum istrinya meninggal dunia, ia datang menghampiri Pak Hasan dikamarnya yang sedang terkulai lemas karna sakit, membawa segelas air putih & obat dari dokter untuk diminum Pak Hasan pagi itu, kemudian Bu Siti minta ijin untuk melakukan shalat dhuha sendirian kepada suaminya, "Ayah….kali ini Bunda mohon ijin sholat dhuha duluan tanpa Ayah yaaa…? Karna Bunda sudah ditunggu….."  tanpa menunggu persetujuan sang suami tercinta & menyebutkan siapa yang telah menunggunya, istrinya bergegas menuju ruangan sholat dirumah mereka, sebab pagi itu kebetulan Pak Hasan sedang tidak enak badan padahal biasanya Pak Hasan selalu menjadi imam bagi istrinya dalam melakukan sholat berjamaah selama bertahun-tahun lamanya, yah benar selalu dilakukan berjamaah mulai dari sholat lima waktu, shalat sunnah hingga tiap tahun pergi haji bersama pun selalu mereka lakukan dengan berjamaah. Maka tak heran kehidupan mereka pun selalu berlimpah harta yang barokah dari Allah SWT.

Satu jam kemudian Pak Hasan memanggil istrinya berkali-kali " Bunda……Bun….Bunda…..???  " namun tiada jawaban dari ruangan sholat. Setengah curiga kemudian Pak Hasan berjalan menghampiri istrinya perlahan dengan setengah merintih karna dia belum pulih benar dari sakitnya, sesampai diruang shalat Pak Hasan tertegun menatap sambil menunggu istrinya yang tengah lama sujud tak bergeming dari posisinya. Beberapa menit kemudian ia tersadar apa yg telah terjadi pada Bu Siti, spontan ia menjerit sambil meraih tubuh istrinya "Subhanallah….Bundaaaaaa…….!!!!!!….".sesaat kemudian Hasan menagis seraya mengucap… "InnaLillahi Wa Innalillahi Rojiuuunnnn…….AllahuAkbar….Bundaaaaaa...". Pak Hasan menangis sejadi-jadinya hingga tak lama kemudian kedua putra-putrinya, supir & para pembantunya datang berhamburan melihat apa yg terjadi diruangan shalat dan setelah menyadari apa yang terjadi mereka pun ikut menagisi kepergian Bu Siti yg tengah terkulai kaku dengan tasbih yang masih digenggamnya dengan erat dan senyum manis dibibirnya. Ditengah kesedihan yang dalam saat itu, seumur hidupnya Pak Hasan benar-benar terpukau dengan kecantikan istrinya dipagi itu. Sungguh ia & kedua anaknya memeluk istrinya dengan erat seraya berbisik ditelinga Bu Siti……"Demi Allah Bunda…Ayah sangat mencintaimu Bunda…tapi rupanya cinta Allah lebih besar lagi kepadamu…..hingga akhirnya Dia menjemputmu pagi ini dengan cara seperti ini……Subhanallah….Selamat Jalan istriku……selamat bertemu dengan-Nya…..tunggu kami bertiga disana yaa sayang…….". Kedua anaknya pun menangisi kepergian Bu Siti "….Bundaaaaa……Jangan Tinggalkan kami Buuuuunnnnnn……….Ayah bangunkan bunda yah……" Sungguh benar-benar kejadian yang sangat mengharukan sekali dihari jumat pagi itu.

Dan begitulah rupanya memang shalat dhuha yang dilakukan Bu Siti dipagi itu adalah shalat dhuha untuk yang terakhir kalinya,..ya benar untuk yang terakhir kalinya…….. Bu Siti tidak bangun & beranjak lagi dari sujudnya yang terakhir karna malaikat maut telah menjemputnya dihari jumat pagi itu.

Subhanallah…sungguh kematian yang sangat indah dan khusnul khotimah. Kematian yg sangat diinginkan setiap hamba Allah yang bertaqwa, begitulah kurang lebih komentar beberapa ustadz ditempat tinggal mereka saat prosesi pemakaman berlangsung…..