Sabtu, 18 September 2010

❤ UKHUWAH KITA b_coz ALLAH ❤

Teruntuk sahabat-sahabatku yang aku sayangi...

Sahabatku… Apa kabar iman,..??? Apakah masih selalu patuh dan tunduk pada-Nya,..???

Sahabatku… Apa kabar hati,..??? Apakah masih terbungkus keimanan dan ketakwaan,..???

Sahabatku… Apa kabar cinta,..??? Apakah masih untuk Dia, Sang Maha Pecinta,..???






Sahabatku...

Rasulullah bersabda,المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل  
“ Seseorang itu sesuai dengan agama temannya. Maka, hendaklah seseorang memperhatikan siapa teman dekatnya ”  [ذم الهوى /Dzammul Hawa/. أبو الفرج عبد الرحمن بن أبي الحسن الجوزي /Abul Faraj Abdurrahman bin Abil Hasan Al-Jauzi/, tahqiq: مصطفى عبد الواحد , via software المكتبة الشاملة.]

Abul Qa’qa’ mengatakan
و من هنا ينبغي للمرء أن يبحث له عن زميل صالح, و خل جاد ناصح, بحيث يكونان متلازمين في أغلب الأوقات, و يحث كل 
منهما صاحبه على الطلب و التحصيل, و يشد كل منهما من أزر الآخر و يسد كل منهما الآخر إن أخطأ, و يعينه و يحفزه إن أصاب و وفق, و يغيب كل منهما للآخر ما حفظه من العلم, و يقرآن سوياً, و يراجعان سويا, و يبحثان المسائل, و يحققا سويا

“ Seseorang harus mencari kawan yang shalih, rajin dan suka menasehati, agar (ia) selalu bisa bersamanya pada sebagian besar waktunya, saling memotivasi dalam belajar dan saling menguatkan semangat sesamanya, mengingatkannya bila ia salah, dan mendukungnya bila ia benar dan mengevaluasi apa yang telah ia hafal, baca, diskusikan, dan kaji tentang sebuah permasalahan dengan selalu bersama-sama. "  [كيف تتحمس لطلب العلم الشرعي/Kaifa Tatahammas Li Thalabil ‘Ilmi Asy-Syar’i/. محمد بن صالح بن إسحاق الصيعري / Muhammad ibn Shalih ibn Ishaq Ash-Shi’ri /. 1419 H. فهرسة مكتبة الملك فهد الوطنية أثناء النشر /Fahrasah Maktabah Al-Malik Fahd Al-Wathaniyyah Ats-naa`a An-Nasyr.]


Karena itu sahabat...
Ingatkanlah aku selalu jika aku salah,.. Jangan kau tinggalkan aku sendiri dalam keburukan…dalam kekhilafan…dalam ketidaktahuanku… Ingatkan aku dengan kelembutan, tundukkan aku dengan ilmu bukan hawa nafsu… Genggam erat tanganku dan jangan pernah lepaskan aku dalam kesendirian…


Sahabatku..

المؤمن يحب لأخيه ما يحب لنفسه

“ Seorang mukmin mencintai untuk saudaranya apa yang dicintainya untuk dirinya sendiri. ” (Riwayat Bukhari no. 13; Muslim no. 45; an-Nasa’i VIII/115; Tirmidzi no. 2515; ad-Darimi II/307; Ibnu Majah no. 66; dan Ahmad III/176,206,251,272,278)


>: Tentang Persahabatan :<

❤ Dasar Persahabatan (bukan cuma di dunia saja, tapi juga di akhirat yang harus berlandaskan ketakwaan)
Jangan membiarkan teman dalam keburukan, harus saling mengingatkan...
contoh:
mengingatkan dari hal-hal yang kecil, jika teman lalai dalam sholat, dan ibadah lainnya, maka ingatkanlah karena kalau tidak diingatkan kita pun akan terkena dosanya karena kita tidak melakukan amar ma'ruf nahi mungkar dan boleh jadi di akhirat kelak akan saling menyalahkan.

الأَخِلّاءُ يَومَئِذٍ بَعضُهُم لِبَعضٍ عَدُوٌّ إِلَّا المُتَّقينَ

" Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. " (QS. Az-Zukhruf: 67)

❤ Fungsi Persahabatan
Sebagai penolong dan penopang dalam perjalanan menuju Allah...
Sahabat sejati adalah penolong orang-orang yang benar, berjuang di jalan Allah dan menolong agama Allah. Maka, kita harus pintar-pintar dalam mencari teman dekat yaitu teman yang benar-benar baik. Orang yang menolong orang lain di jalan Allah dan menolong agama Allah sangat layak untuk dijadikan sahabat.

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسولَ فَأُولٰئِكَ مَعَ الَّذينَ أَنعَمَ اللَّهُ عَلَيهِم مِنَ النَّبِيّۦنَ وَالصِّدّيقينَ وَالشُّهَداءِ وَالصّٰلِحينَ ۚ وَحَسُنَ أُولٰئِكَ رَفيقًا

" Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. " (QS. An-Nisa: 69)

❤ Bentuk Persahabatan
Bentuk Persahabatan haruslah yang dapat memberi manfaat dan membuat diri kita menjadi lebih baik dan maju...
Contoh:
saling menasihati, merujuk pada Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemahaman salafush shalih.

وَذَرِ الَّذينَ اتَّخَذوا دينَهُم لَعِبًا وَلَهوًا وَغَرَّتهُمُ الحَيوٰةُ الدُّنيا ۚ وَذَكِّر بِهِ أَن تُبسَلَ نَفسٌ بِما كَسَبَت لَيسَ لَها مِن دونِ اللَّهِ وَلِىٌّ وَلا شَفيعٌ وَإِن تَعدِل كُلَّ عَدلٍ لا يُؤخَذ مِنها ۗ أُولٰئِكَ الَّذينَ أُبسِلوا بِما كَسَبوا ۖ لَهُم شَرابٌ مِن حَميمٍ وَعَذابٌ أَليمٌ بِما كانوا يَكفُرونَ

" Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al Qur'an itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafa'at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. " (QS. Al-An'am: 70)






>: Langkah-langkah merintis persahabatan dengan baik :<

1. Harus tahu kemuliaan dan keutamaan sahabat.

فَأَمَّا الَّذينَ ءامَنوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَيُوَفّيهِم أُجورَهُم وَيَزيدُهُم مِن فَضلِهِ ۖ وَأَمَّا الَّذينَ استَنكَفوا وَاستَكبَروا فَيُعَذِّبُهُم عَذابًا أَليمًا وَلا يَجِدونَ لَهُم مِن دونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلا نَصيرًا

" Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain daripada Allah. " (QS. An-Nisa: 173)

2. Letakkan kesepakatan bahwa persahabatan harus berada di jalan Allah.
Contoh:
Dari segi agama, membantu mengelola waktu, mengingatkan untuk bersedekah dengan tujuan dan niat yang lurus untuk selalu mencari ridha Allah.

3. Letakkan dominasi-dominasi kebaikan sahabat di depan mata kita.
Lihat kebaikan-kebaikan sahabat walaupun sahabat juga mempunyai keburukan, tapi lihatlah kebaikannya agar kita tidak kecewa, karena dikatakan dalam sya'ir : Bukanlah orang yang mulia apabila bersalah sahabatnya, dia pun menyebarkan rahasia sahabatnya yang dulu diketahuinya. Sesungguhnya orang yang mulia adalah yang tetap cinta kepada sahabatnya, tetap menjaga rahasia pribadinya, tatkala bersahabat ataupun tidak. (Lihat Adabul 'Isyrah, hal 33)

Ibnu Mazin berkata, " Seorang mukmin mencari udzur bagi saudara-saudaranya, sedangkan orang yang munafik mencari-cari kesalahan saudara-saudaranya. "

Abu Qilabah 'Abdullah bin Zaid al-Jarmi berkata -sebagaimana- dinukil oleh Abu Nu'aim dalam al-Hilyah (II/285) " Jika sampai kepadamu kabar tentang saudaramu yang kau tidak sukai, maka berusahalah mencari udzur bagi saudaramu tersebut semampumu. Jika engkau tidak mampu mendapatkan udzur bagi saudaramu, maka katakanlah dalam hati, "Mungkin saudraku udzur yang tidak aku ketahui. "

" Jika salah seorang saudaramu bersalah, maka carilah sembilan puluh udzur untuknya, dan jika saudaramu itu tidak bisa menerima satu udzur pun (engkau tidak menemukan udzur baginya) maka engkaulah yang tercela. " (Lihat Adabul 'Isyrah, hal 19)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, " Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya. " (HR. Al-Bukhari no. 2422 dan Muslim no. 2508)

" Janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kalian menggunjing sebahagian yang lain. " (Qs. Yusuf : 87)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, " Janganlah kalian saling ber-tahassus, jangan bertajassus, jangan saling memutuskan hubungan, dan jangan saling bertolak belakang. Jadilah kalian saling bersaudara wahai hamba-hamba Allah. " (HR. Al-Bukhari no. 6064, 6066)

4. Mencoba lebih dulu berbuat baik pada sahabat.
Jangan menunggu orang lain baik pada kita. Ingatkah akan gaya Newton? ^_^
" Jika memberi energi pada suatu benda, maka benda tersebut akan memberikan energi sebesar energi yang diberikan pada benda tersebut. "
Begitu pula kita, orang lain akan berbuat baik pada kita jika kita pun baik padanya ^^)//

5. Sebutlah nama sahabat kita dalam setiap doa kita saat kita sendirian.
sebagaimana disebutkan dalam hadits:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Do’a seorang muslim kepada saudaranya ketika saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang mustajab (terkabulkan). Di sisinya ada malaikat (yang bertugas mengaminkan do’anya kepada saudaranya). Ketika dia berdo’a kebaikan kepada saudaranya, malaikat tersebut berkata : Amin, engkau akan mendapatkan yang semisal dengannya. ” (HR. Muslim no. 2733)


Sahabatku...

Aku mengenal kalian lewat jiwa…

Bukan lewat mata…

Aku menjadikan kalian saudara lewat hati…

Aku tak tahu,..

Seperti apa aku dalam pandangan kalian…

Selayak apa aku dalam ukhuwah kalian…

Tapi yang aku tahu,..

Meski dengan keterbatasanku berbalut kekuranganku…

Aku menulis nama kalian di hatiku…

Sejak awal dan takkan pernah terganti apalagi terhapus…

Sebagai ‘ SAUDARA ’ di hatiku…

Kemarin, hari ini ataupun nanti…

Insya Allah…

Wahai Dzat Yang Maha Mengetahui…

Kami hanya memiliki satu hati yang mana di dalamnya ada cinta, kasih, dan sayang yang senantiasa bersemi indah…

Ya Muhaimin…

Hati itu kini tengah berjelajah di dunia fana ini…

Dunia indah penuh fatamorgana yang selalu dan selalu menawarkan keindahannya pada hati-hati kami yang sangat lemah…

Ya Rabbi…

Kini datang hati ini menghadap-Mu…

Menghadap Engkau sebagai satu-satunya Dzat yang berhak atasnya…

Yang membolak-balikkannya dan yang menjaga seutuhnya…

Ya Illahi…

Kami titipkan hati ini hanya kepada-Mu…

Untuk Engkau semaikan ia dalam cinta, kasih, dan sayang-Mu…

Untuk Engkau penuhi ia ketaatan demi ketaatan kepada-Mu…

Untuk Engkau sabarkan ia dari segala maksiat kepada-Mu…

Agar selamat ia kembali kepada-Mu…

Agar ridha-Mu bersamanya ketika malaikat maut menjemputnya…

Agar surga-Mu menjadi akhir hidupnya yang kekal…selamanya…seutuhnya...

Yaa muqallibal quluub tsabbit qalbi ‘alaa diinik…

Amin Allahumma Amin…



العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء

" Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. " (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )


Pada kalian saudaraku seiman pilihan Allah..
Pada kalian teman seperjuangan yang selalu berkorban..
Pada kalian seorang muslim/ah yang selalu kuat dan tegar..

Aku kirimkan salam terindah
Aku lafadzkan senandung do'a
Aku hantarkan sebuah semangat
Semoga Allah senantiasa memberi Kekuatan..Ketegaran..Keikhlasan dan Keistiqomahan
dalam setiap hari-hari yang kalian jalani

Saudaraku,..
Jangan hidupkan diri ku dalam pikiran mu
yang akhirnya membuat kalian selalu ingat akan diri ku
Jangan pula kalian hidupkan diri ku dalam hati mu
karena hanya Allah yang berhak ada disana
Tapi Sahabat,..
Hidupkanlah diri ku dalam lantunan do'a-do'a yang kalian panjatkan
Insya Allah Ukhiwah Kita akan kekal selamanya disana
Insya Allah...



♥♥♥ Ana uhibbukum fillah... ♥♥♥


^_senyum_^










Ukhuwah itu husnudzon ...Selalu berprasangka baik kepada saudaranya

Ukhuwah itu ta’aruf ...Saling mengenal satu sama lain

Ukhuwah itu ta’awun ...Saling menolong ketika ada yang membutuhkan

Ukhuwah itu itsar ...Mendahulukan yang lain

Ukhuwah itu saling memahami ...Bahwa kelebihan harus disyukuri dan kekurangan itu adalah fitrah manusia

Ukhuwah itu cinta ...Cinta karena Allah

Ukhuwah itu benci ...Benci karena Allah

Ukhuwah itu pengorbanan ...Berkorban untuk saudara yang lain

Ukhuwah itu perjuangan ...Perjuangan untuk membela kebenaran

Ukhuwah itu kejujuran ...Jujur kepada Allah, diri sendiri, dan saudara

Ukhuwah itu keadilan ...Tidak membeda-bedakan

Ukhuwah itu kesabaran ...Ketika ditimpa ujian

Ukhuwah itu kenikmatan ...Kenikmatan dekat dengan orang-orang sholih

Ukhuwah itu ilmu ...Ilmu yang tak akan habis dibahas

Ukhuwah itu amal ...Amal yang memberatkan timbangan kebaikan

Ukhuwah itu perhatian ...Perhatian akan kedekatan dengan Tuhan

Ukhuwah itu obat pelupa ...Karena saling mengingatkan

Ukhuwah itu kesamaan ...Bahwa Allah satu tujuan

Ukhuwah itu indah ...Seperti pelangi yang berwarna-warni

Ukhuwah itu iman ...Karena bisa meningkatkan keyakinan

Ukhuwah itu kuat ...Karena kebersamaan

Ukhuwah itu amanah ...Karenanya harus dijaga

Ukhuwah itu ikhlas ...Tanpa pamrih

Ukhuwah itu perubahan ...Perubahan menjadi lebih baik

Ukhuwah itu gembira ...ketika berjumpa dengan saudara, karena senyum adalah shadaqah

Ukhuwah itu semangat ...Semangat untuk fastabiqul khairat

Ukhuwah itu bahagia ...Ketika saudara mendapat kesuksesan

Ukhuwah itu silaturahim ...Saling berkunjung

Ukhuwah itu saling mendo’akan ...Baik  jauh ataupun dekat

Ukhuwah itu …..


Ukhuwah dilandaskan pada mahabbah, kemudian dibangun karena kecintaan kepada Allah.
" Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. "  [QS. Al Hujuraat : 10]









Rabu, 15 September 2010

Perumpamaan Diri Kita pada Pohon



Tahun adalah sebuah pohon, bulan-bulan adalah dahan-dahannya, hari-hari adalah cabang-cabangnya, bilangan jam adalah dedaunannya, setiap tarikan nafas adalah buah-buahnya. Barangsiapa yang nafasnya berada dalam ketaatan kepada Allah, maka buah dari pohon tersebut akan baik pula. Dan barangsiapa yang nafasnya berada dalam kemaksiatan kepadaNya, niscaya buahnya adalah handhal (buah pahit dan tidak berbau harum), yang bisa dipanen pada hari Kiamat. Pada saat itulah bisa dibedakan rasa manis dan pahit buah-buahan itu.

Keikhlasan dan tauhid bagaikan sebuah pohon di dalam hati, dahannya adalah amal, buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan yang abadi di akhirat.

Sebagaimana buah kenikmatan dalam surga tidak akan pernah berakhir, demikian pula buah tauhid dan ikhlas di dunia.

Syirik, dusta , dan riya’ juga seperti pohon dalam hati. Buahnya di dunia berupa kedudukan, kesedihan, hati yang tertekan dan kegelapan hati. Buahnya di akhirat berupa siksa yang tak henti-henti.

Diantara buah keikhlasan yang sempurna karena Allah semata adalah meninggalkan nafsu syahwat karena Allah, selamat dari adzabNya, kepastian untuk mendapatkan kemenangan dengan rahmatnya.

Kenikmatan jiwa dan kebahagiaan tidak akan didapat oleh orang yang di hatinya ada selainNya, meski orang tersebut melakukan ibadah, zuhud dan ilmu. Karena Allah tidak akan memberikan simpananNya pada hati yang di dalamnya ada selainNya dan kehendakNya masih tergantung kepada selainNya. Akan tetapi Allah hanya akan memberikan simpananNya kepada hati yang melihat kefakiran sebagai suatu kekayaan bila bersamaNya, dan kekayaan sebagai kefakiran apabila meninggalkannya.

Juga melihat kemuliaan sebagai kehinaan apabila meninggalkan Allah dan melihat kehinaan sebagai kemuliaan bila menyertakanNya.

Kenikmatan dirasakannya sebagai siksaan bila tidak menyertakan Allah dan adzab terasa sebagai kenikmatan bila bersamaNya.

Artinya, ia tidak melihat kehidupan ini kecuali hanya dengan Allah bersamaNya. Kematian, rasa sakit, kesedihan, dan kedudukan akan terasa apabila meninggalkanNya. Orang semisal ini akan merasakan dua surga, surga di dunia yang ia rasakan terlebih dahulu dan surga pada hari Kiamat.

Dalam kitab Al-Musnad dan Shahih Abi Hatim diriwayatkan hadist dari Abdullah bin Mas’ud radiallah ‘anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila seorang hamba tertimpa kedudukan dan kesedihan kemudian ia mengucapkan: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambamu, anak hambamu, ajalku di tanganMu, berlaku pada diriku hukumMu, telah adil pula takdirMu bagiku, saya mohon kepadaMu dengan setiap namaMu yang Engkau namakan diriMu dengannya, atau Engkau turunkan dalam kitabMu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang dari ciptaanMu atau Engkau simpan di dalam ilmu gaib di sisiMu, jadikanlah Al-Qur’an sebagai pengisi hatiku, cahaya hatiku dan penyejuk kegundahanku serta penghilang kedukaanku dan kepedihanku’, melainkan Allah akan menghilangkan kedukaannya dan kesedihannya serta menggantikannya dengan kegembiraan. “Para sahabat bertanya,’Akankah kita mempelajarinya? “Beliau menjawab, “Tentu. Tidak akan selayaknya orang yang mendengarnya kemudian tidak mempelajarinya.










Disadur dari Kitab Al-Fawaa'id 

Wanita Ibarat Kaca y Berdebu




Dia ibarat kaca yang berdebu
jangan terlalu keras membersihkannya
Nanti ia mudah retak dan pecah...

Dia ibarat kaca yang berdebu
jangan terlalu lembut membersihkannya...
Nanti ia mudah keruh dan ternoda...

Ia bagai permata keindahan...
Sentuhlah hatinya dengan kelembutan
ia sehalus sutera di awan...
jagalah hatinya dengan kesabaran...

Lemah lembutlah kepadanya
namun jangan terlalau memanjakannya
Tegurlah bila ia bersalah
namun jangan lukai hatinya

bersabarlah bila menghadapinya
terimalah ia dengan keikhlasan
karna ia kaca yang berdebu
Semoga kau temukan dirinya...
BERCAHAYAKAN IMAN...



Syair di atas adalah salah satu syair yang dilantunkan oleh grup nasyid MAIDANI dimana mereka menyampaikan bagaimana hendaknya seorang laki-laki bersikap kepada wanita. Konteks disini adalah dalam kerangka suami-istri. Berbicara mengenai seorang wanita memang bisa dikatakan bicara dengan bahasa jiwa. Wanita dibuat dari tulang bengkok laki-laki ketika dibiarkan dia akan makin bengkok namun ketika ditarik dengan keras dia akan patah.

RASULULLAH adalah sosok pria yang ketika beliau dengan kesabaranya menghadapi banyak sikap dari para istri beliau. Beliau adalah seorang suami yang rela berdiri berjam-jam untuk menjadi sandaran istrinya( Aisyah) ketika ia ingin melihat suatu pertunjukan olah raga pedang para sahabat. padahal waktu itu usia beliau sudah masuk usia senja. Beliau juga tidak serta merta memarahi istrinya (Aisyah) ketika ia salah memasukkan sesuatu kedalam minuman Rasulullah , yang seharusnya ia masukkan gula namun GARAM yang tercampur didalamnya , namun dengan bijaknya beliau tersenyum dan berkata wahai Istriku minuman yang kau buat sangatlah nikmat, Aisyah pun menjawab benarkah Ya...Rasulullah?" kemudian Aisyah mencicipi minuman tersebut dan..Wajahnya memerah karena sangat malu juga khawatir kalau kalau Rasulullah marah. Namaun Rasulullah sudah dapat membaca kekhawatiran tersebut dan tersenyum pada istrinya dengan penuh sayang.

Begitulsh beliau, amat menghormati dan menyayangi istri- istrinya. Beliau amat paham bagaimana bersikap kepada seorang kaum hawa. Beliau ajarkan hal ini pada kerangka kehidupan berumah tangga.

Namun lain halnya ketika dalam kehidupan sehari-hari Allah dan RasulNya mengajarkan bagaimana bersikap terhadap seorang wanita ketika ia adalah tidak ada hubungannya dalam tali yang menghalalkan kaum hawa bagi kaum adam( bukan mahram). Wanita haruslah dihormati, dijaga, dan dihargai. Menjaganya dengan cara bagaimana ia agar tetap menjadi mutiara yang berkilau ditengah lumpur pekat. Menghormati ia dengan tidak mengatakan hal-hal yang dapat membuatnya lupa dengan apa yang menjadi perintah Allah dan RasulNya, menjaganya dengan mengingatkan ia akan hal - hal yang dapat membahayakan dirinya dengan santun dan baiak.

Wanita amat lemah dan mudah sekali goyah jika ia mendapatkan sebuah perhatian berlebih dari lawan jenisnya. Maka jangan biarkan ia mengharapkan itu dari seorang yang laki-laki yang memang belum berhak atas dirinya. Wanita amat lembut dan peka perasaanya maka jangan biarkan ia terbuai dengan kata- kata manis yang memang dapat melepas tabir hijabnya terhadap kaum adam yang belum berhak atas dirinya. wanita adalah makhluk yang mudah suka terhadap sesuatu namun jangan biarkan dia mudah mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya kepada orang yang belum berhak atas dirinya karna itu membuat ia tak lagi berizah.

Wahai kaum adam mulailah saat ini untuk menghormati, menghargai, dan menjaga wanita, janganlah kau biarkan ia menjadi tempatmu mengadu dan berkeluh kesah karna kaupaun akan lemah karnanya, jangan biarkan dirimu menjadikan ia sebagai wadah ajakan nafsu yang menyesatkan . Wanita amatlah lemah pendengaranya maka janganlah kau puji ia dengan kata- kata keduniaan, tapi pujilah ia dengan mengatakan ....BAHWA IA LEBIH BERHARGA DARI BIDADARI SYURGA KETIKA TAQWA MENJADI PERHIASANNYA & AMAL BAIK MENJADI KERJA KERASNYA.





Perhiasan Dunia-Akhirat